Membaca Peluang IPO CBDK: Analisis dan Prediksi untuk Investor


PENAWARAN UMUM
• PAPAN : UTAMA
• HARGA : 3.000 - 4.060
• SAHAM BEREDAR : 15%
• NILAI IPO : 2,3 Trilliun


PROFIL PERUSAHAAN 
• Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000 sebagai bagian dari Agung Sedayu Group, konglomerasi properti terkemuka yang dipimpin oleh Aguan. Bergerak di sektor real estate, perusahaan ini fokus pada pengembangan berbagai jenis properti, termasuk perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, dan fasilitas penyimpanan, baik melalui kepemilikan langsung maupun sistem sewa.

• Kegiatannya mencakup pembelian, penjualan, penyewaan, serta pengoperasian properti hunian dan non-hunian. Selain itu, perusahaan juga menyediakan rumah dan apartemen berperabot atau tanpa perabot untuk sewa jangka pendek atau panjang, penjualan tanah, pembagian lahan kavling, serta pengelolaan kawasan hunian modern. Sebagai bagian dari Agung Sedayu Group, perusahaan ini terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar properti yang dinamis.

RENCANA PENGGUNAAN DANA IPO
• Seluruh dana hasil Penawaran Umum, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk penyertaan ekuitas kepada PT Industri Pameran Nusantara (PT IPN), dengan kepemilikan hingga 99,93% dari total modal disetor penuh, tergantung pada harga penerimaan dana. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan gedung Proyek MICE (meetings, incentives, conferences, exhibitions). Sisa dana, jika ada, akan digunakan untuk promosi, biaya karyawan, dan operasional pendukung. 

KEGIATAN USAHA 
Kegiatan usaha utama meliputi dua bidang utama:

1. Real Estat
Kegiatannya mencakup pembelian, penjualan, persewaan, dan pengoperasian properti seperti apartemen, hunian, bangunan komersial (mall, gudang), serta penyediaan tanah kavling tanpa pengembangan

2. Aktivitas Perusahaan Holding
Kegiatannya mencakup pengelolaan aset kelompok perusahaan subsidiari tanpa terlibat langsung dalam usaha operasional mereka, serta memberikan jasa konsultasi untuk merger dan akuisisi

PROSPEK BISNIS 
Sumber gambar : stockbit 
Sumber gambar : tradingeconomics

Berdasarkan grafik yang dikutip dari grafik Stockbit, saya memperoleh beberapa kesimpulan:

1. Harga saham cenderung meningkat ketika suku bunga mencapai puncaknya dan mulai mengalami penurunan.
2. Sebaliknya, harga saham cenderung menurun saat suku bunga berada di titik terendahnya dan mulai kembali dinaikkan.

Dengan pola ini, diprediksi saham-saham pada sektor properti berpotensi mengalami peningkatan, dikarenakan The Fed mulai menurunkan suku bunganya yang kemungkinan akan diikuti oleh bank sentral di berbagai negara.

RASIO RASIO PENDUKUNG 
1. Rasio Pertumbuhan (x)
• Pendapatan : 240,27%
• Laba Neto Periode/Tahun Berjalan : 171,59%
• Total Aset : 8,51%
• Total Liabilitas : 11,13%
• Total Ekuitas : 5,48%
*Berdasarkan data laporan tahunan 

 2. Segmen pendapatan 
• sekitar 99,66% ( 966,09 milliar rupiah ) pendapatan perseroan berasal dari PENJUALAN TANAH KAVELING DAN RESIDENTIAL RUMAH TINGGAL
• sekitar 0,035% ( 340,5 juta rupiah ) pendapatan perseroan berasal dari PENDAPATAN SEWA LAHAN
• sekitar 0,306% ( 2,97 milliar rupiah ) pendapatan perseroan berasal dari PENDAPATAN LAINNYA 
*Berdasarkan data laporan keuangan semester satu

3. Rasio profitabilitas (%)
• ROA : 2,65%
• ROE : 5,90%
• NPM : 49,59%
*Berdasarkan data laporan keuangan semester satu 

4. Rasio keuangan
• DAR : ( LANCAR : 0,88x ), ( DARI TOTAL 0,55x )
• DER** : 0,95x
• INTEREST COVERAGE RATIO : 36,46x
*Berdasarkan data laporan keuangan semester satu 
**Nilai ekuitas telah di sesuaikan dengan dana perolehan IPO 

5. valuasi 
• BV : Rp 407,43
• PBV : 9,93x
• EPS : Rp 142
• PER** : 28,59x
• ASET TO MARKET CAP*** : 0,78x
*Berdasarkan data laporan keuangan semester 1 
**Berdasarkan data laporan tahunan 2023
***Asumsi harga final 4.060 rupiah 

TARGET HARGA CBDK
Sumber : stockbit
BASE CASE SCENARIO 
•‌ HARGA : 8.400
•‌ ALASAN : Harga 8.400 mengasumsikan marketcap dari CBDK menyamai Net Asset Value ( NAV ) CBDK, exclude NAV dari anak usaha CBDK

BULL CASE SCENARIO 
•‌ HARGA : 19.500
•‌ ALASAN : Harga 19.500 mengasumsikan marketcap dari CBDK menyamai Net Asset Value ( NAV ) CBDK, include NAV dari anak usaha CBDK 

TAMBAHAN INFO
Ultimate Beneficiary Ownership (UBO) peseroan adalah bapak Sugianto Kusuma alias Aguan, beliau merupakan owner dari Agung Sedayu Group




Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama